ADVERTISEMENT
Kustomotion advertisement

Review Nissan X-Trail e-Power: X-Trail yang Tak Pernah Terbayangkan

Review Nissan X-Trail e-Power: X-Trail yang Tak Pernah Terbayangkan

Jakarta, Shifter – Nyaman tapi boros, mungkin itu adalah kalimat yang cukup melekat pada Nissan X-Trail sejak generasi pertama hingga ketiganya. Dengan kata lain, citra tersebut melekat selama hampir 20 tahun.

Berselang tujuh tahun setelah kemunculan facelift terakhir X-Trail generasi ketiga, tahun lalu, PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) akhirnya menghadirkan X-Trail generasi keempat yang membawa segudang perubahan.

Perubahan yang didapat oleh Nissan X-Trail generasi keempat mencakup hampir semua aspek. Tapi ubahan yang paling signifikan berada di sektor desain dan teknis.

Dua sektor yang mendapat ubahan signifikan tersebut, ternyata bisa mengubah seluruh kesan dan rasa terhadap SUV legendaris Nissan ini. Bahkan apa yang didapat oleh X-Trail sekarang, mungkin tak pernah terbayang oleh kita sebelumnya.

ADVERTISEMENT
Kastem Korner advertisement
Desain eksterior Nissan X-Trail berubah total menjadi lebih modern dan kekar. Foto: Nugie

Desain Eksterior Modern dan Kekar

Siapapun pasti setuju kalau desain eksterior Nissan X-Trail mengalami ubahan yang signifikan dari generasi sebelumnya. Mungkin, jika kita tidak melihat logo Nissan di grilnya, kita tak akan tahu kalau ia adalah produk Nissan.

Menyinggung soal wajah All New Nissan X-Trail, ia memiliki tampilan yang cukup tegas, di mana lampu DRL dan headlamp dibuat terpisah. Di wajahnya juga masih dipertahankan ciri khas Nissan melalui V-Motion gril.

Bergeser ke samping, di sini ia tampak lebih kekar, karena bagian di depan dan belakangnya terdapat tarikan garis yang agak menonjol keluar. Kesan gagah juga ditunjang dengan pemakaian pelek palang lima berwarna two tone berukuran 19 inci.

Yang agak menarik, model kaca bangku baris ketiga All New X-Trail, masih tampak mirip dengan X-Trail T32. Bedanya, di X-Trail terbaru pilar D-nya tampak sedikit lebih panjang.

Di belakang, lagi-lagi kita menemukan kemiripan dengan X-Trail T32. Kemiripan itu terpancar dari desain pintu belakang, dan model lampu reflektor. Bedanya, di All New X-Trail, bagian tengah pintu bagasinya ditarik ke dalam.

Interior Nissan X-Trail juga berubah total menjadi lebih mewah dan berkelas. Foto: Nugie

Interior Makin Mewah

Tak cuma eksterior, interior dari mobil berkode bodi T33 ini juga mengalami ubahan yang signifikan, yang berhasil membuat tampilan kabinnya jadi semakin mewah dan berkelas.

Kemewahan di kabin X-Trail T33 tidak hanya tercipta dari desainnya yang aerodinamis dan elegan. Banyaknya material empuk, adanya panel kayu, dan aksen silver di beberapa bagian kabinnya, kian melengkapi kemewahan di interior.

Tidak hanya sebatas mewah, kabin SUV rakitan Jepang ini juga terbilang intuitif karena ia masih memiliki cukup banyak tombol fisik di dasbornya.

Satu hal yang cukup mengejutkan di interior X-Trail T33 adalah lampu kabinnya yang masih menggunakan bohlam, yang menurut kami sudah mulai terasa usang dan kurang cocok untuk berada di kabin mobil yang mewah.

Nissan X-Trail T33 memakai konfigurasi tiga baris bangku dengan format 5+2. Foto: Nugie

Masih Berkonfigurasi Tiga Baris Bangku

Sama halnya seperti X-Trail T32, X-Trail T33 juga menganut konfigurasi tiga baris bangku. Kesamaan lainnya, konfigurasi tiga baris bangku di X-Trail T33 juga berformat 5+2, bukan seven seater murni.

Maka itu, bangku baris ketiga High SUV ini hanya cocok untuk diduduki oleh balita dan anak-anak, karena ruangannya sangat terbatas, dan dudukan bangkunya rendah.

Bila tidak dipakai, bangku baris ketiganya tentu bisa dilipat rata lantai dengan pembagian 50:50, yang saat terlipat, langsung menyuguhkan ruang bagasi yang lega.

Lantas untuk akomodasi di bangku baris kedua, juga terhitung rata-rata untuk mobil sekelasnya, karena headroom dan legroom-nya tidak sempit, tapi juga bukan yang paling lega.

Yang menarik dari bangku baris kedua X-Trail T33, posisi duduknya lebih tinggi daripada yang di depan. Lagi, karakter tersebut mirip seperti X-Trail T32.

Poin plus lainnya dari bangku baris kedua Nissan X-Trail T33 ialah adanya pengaturan AC khusus penumpang belakang, yang berarti mobil ini mempunyai pengaturan AC triple zone.

Kemudian, kedua kaca tengahnya juga sudah diberikan tirai. Itu adalah hal yang sederhana, tapi bisa memberikan privasi lebih serta eksklusifitas untuk yang duduk di bangku baris kedua.

Sistem e-Power pada All New Nissan X-Trail mengusung mesin berkapasitas 1.497 cc tiga silinder turbo sebagai generator. Foto: Nugie

Pakai Sistem e-Power dan Penggerak AWD

Boleh jadi, inilah hal yang paling membanggakan dari Nissan X-Trail T33. Alasannya jelas, karena spesifikasi yang diusungnya, terbilang superior dibandingkan para pesaing sekelasnya.

Layaknya mobil hybrid Nissan terkini, X-Trail T33 juga mengusung teknologi e-Power, yang memiliki mesin bensin sebagai regenerator, dan motor listrik yang menyalurkan tenaga ke roda.

Mesin yang disematkan pada X-Trail e-Power punya hanya berkapasitas 1.497 cc tiga silinder turbo. Karena fungsinya adalah sebagai regenerator, maka mesin tersebut tidak menghasilkan tenaga dan torsi.

Perihal tenaga dan torsi, dihasilkan dari motor listrik, dengan output yang berbeda antara roda depan dan belakang. Ya, itu karena X-Trail e-Power mengusung penggerak all wheel drive (AWD) yang oleh Nissan disebut dengan e-4orce.

Roda depan Nissan X-Trail e-Power mampu menghasilkan tenaga sebesar 201 dk dan torsi 330 Nm. Sementara roda belakang punya tenaga sebesar 134 dk dan torsi 195 Nm.

Kalau kedua sistem roda penggeraknya bekerja di titik maksimal, maka X-Trail e-Power bisa mengeluarkan tenaga sebesar 201 dk.

Angkanya identik dengan tenaga dari penggerak depan, karena mobil ini memang lebih condong ke penggerak depan.

Semua pengaturan mode berkendara terpusat di konsol tengah. Foto: Nugie

Performa Impresif, Bahan Bakar Irit

Cukup hanya melihat angka di atas kertas, kita sudah tahu kalau X-Trail e-Power punya performa yang menjanjikan, dan kenyataannya memang benar demikian.

Kendati punya tenaga dan torsi yang besar, namun karakter performa X-Trail e-Power bukan yang menjambak. Karakter performanya halus, namun dengan aliran tenaga yang sangat responsif dan seolah tak ada habisnya.

Punya performa yang kuat dan berpenggerak AWD, tak lantas membuat X-Trail e-Power jadi lebih boros jika dibandingkan dengan mobil hybrid lainnya. Saat kami mengetesnya di rute kombinasi, kami berhasil mencetak angka 1:16.3 km/liter.

Catatan tersebut kami dapat dengan cara berkendara di mode Eco, dan masuk ke EV mode saat baterainya cukup. Sementara gaya mengemudi tetap normal layaknya berkendara sehari-hari.

Oh ya, sedikit tambahan, X-Trail e-Power juga dilengkapi dengan mode berkendara off-road dan snow. Itu memungkinnya untuk dibawa menjelajah jauh melewati berbagai macam kondisi jalan.

Tampilan belakang Nissan X-Trail T33 masih memiliki kemiripan dengan X-Trail T32. Foto: Nugie

Kesimpulan

Nissan X-Trail benar-benar berubah total. Mobil ini mengalami transformasi yang signifikan, dan banyak ubahan yang tak pernah terfikirkan oleh kami, tapi ada di X-Trail generasi keempat.

Sewajarnya mobil yang bergnti model, ia mengalami ubahan desain luar dan dalam yang signifikan. Tampilan luar dan dalamnya sekarang menjadi makin berkelas dan dewasa.

Sesuatu yang di luar bayangan kami dan ada di X-Trail e-Power ialah soal performanya. Dengan menggunakan sistem hybrid e-Power dan penggerak AWD, membuat mobil ini jadi punya performa yang kuat, menyenangkan, tapi tetap hemat bahan bakar.

Melihat ubahannya bisa dibilang radikal dibanding pendahulunya, sudah pasti membuat harga X-Trail jadi melambung. Kini, ia dibanderol senilai Rp 795 juta on the road Jakarta.

Memang itu bukan harga yang murah. Tapi kalau kita ingat lagi X-Trail e-Power punya konfigurasi tiga baris bangku, penggerak AWD, ada mode off-road, dan diimpor langsung dari Jepang, membuat mobil ini jadi terasa punya value yang lebih dari para kompetitornya. (Shifter/Nugie)

RELATED STORIES