Jakarta, Shifter – Kemarin, PT Bridgestone Tire Indonesia resmi merilis sub brand mereka yang bernama Dayton.
Dayton diposisikan di bawah Bridgestone, dan menyasar konsumen yang ingin ban mobil yang berkualitas, tapi dengan harga yang lebih murah.
Sebagai awalan, Dayton membawa dua jenis ban. Yakni DT30 dan H/T100. Secara total, kedua model tersebut memiliki 11 pilihan ukuran.
Untuk diketahui, Dayton DT30 adalah ban untuk mobil hatchback, sedan dan MPV. Sedangkan Dayton H/T100, disiapkan untuk Crossover dan SUV.
Kebetulan kami berkesempatan untuk menjajal kedua ban tersebut, di dua jenis mobil yang berbeda, yakni Mitsubishi Xpander Ultimate dan Toyota Fortuner TRD Sportivo.
Untungnya lagi, kami pernah mengetes kedua mobil tersebut saat dipasangkan ban Bridgestone. Sehingga kami bisa mengukur sejauh apa perbedaan performa dan sensasi antara Bridgestone dan Dayton.

Pengetesan kami mulai dari Mitsubishi Xpander Ultimate yang sudah dipasangkan ban Dayton DT30.
Andai kami tidak tahu kalau mobil yang kami kendarai sudah dipasangkan ban Dayton, mungkin kami akan mengira kalau kami sedang mengendarai mobil yang memakai ban Bridgestone.
Sebab saat berjalan di permukaan paving block, melewati speed bump dan gravel, sensasinya terbilang identik dengan ban Bridgestone. Bahkan saat dibawa cruising di permukaan aspal yang mulus, sensasinya pun masih semirip itu.
Tapi sewaktu kami membawanya di jalan menikung dengan kecepatan sekitar 70 km/jam, barulah terasa perbedaannya dengan Bridgestone.
Saat bermanuver menikung di kecepatan tersebut, terasa kalau grip ban Dayton tidak semencengkram ban Bridgestone
Terus terang, kami tidak terlalu kaget saat merasakan hal tersebut. Sebab secara teknologi, Dayton memang belum semutakhir Bridgestone.

Selesai dengan Mitsubishi Xpander Ultimate, kami pindah ke Toyota Fortuner TRD Sportivo keluaran 2019 yang sudah dipasangkan ban Dayton H/T100.
Ketika melewati speed bump, kami merasakan kalau rebound-nya terasa lebih keras dibandingkan Toyota Fortuner yang memakai Bridgestone. Tetapi saat melewati gravel, rasanya tak ubahnya ban Bridgestone.
Kendati demikian, saat dibawa manuver dan cruising hingga kecepatan 100 km/jam di permukaan aspal yang mulus, sensasinya justru terbilang identik dengan Bridgestone.
Walau ada sedikit perbedaan dalam hal performa, tapi ada satu kesamaan antara Dayton DT30 dan H/T100.
Keduanya memiliki road noise alias suara gesekan ke aspal yang minim, sehingga sedikit menambah poin kenyamanan berkendara.
Dari pengetesan ini, bisa kami simpulkan kalau Dayton mampu menyuguhkan sensasi berkendara layaknya Bridgestone.
Namun mengingat harganya yang lebih murah, tentu Dayton tidak memiliki semua kelebihan yang ada di Bridgestone. (Shifter/Nugie)




