Shifter – Java Drag Record Series telah berlangsung di Lapangan Udara Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta, kemarin. Bukan hanya drag race, ajang ini juga menghadirkan aksi drifting Rifat Sungkar bersama Team RS-Telkomsel 5G.
Rifat hadir sebagai guest star dengan membawa pertunjukan Drift Show. Di hadapan penonton, pembalap nasional tersebut memperlihatkan kemampuan mengendalikan mobil dalam berbagai atraksi drift.
“Ini adalah upaya untuk membuat motorsport tidak berjalan sendiri-sendiri. Saya ingin membawa drifting ke lingkungan drag race dan menunjukkan bahwa dua disiplin ini bisa saling melengkapi,” ujar Rifat.
Menurut Rifat, drag race memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai olahraga kompetisi, tetapi juga sebagai tontonan yang mampu menjangkau audiens lebih luas.
Selama ini, drag race lebih banyak dikemas dalam perspektif kompetisi. Rifat melihat format tersebut masih dapat dikembangkan menuju konsep sport entertainment.
“Drag race punya potensi besar. Jangan hanya dilihat sebagai kompetisi, tetapi juga bagaimana membuatnya menjadi sport entertainment,” katanya.
Format kolaborasi tersebut terlihat dalam penampilan Drift Show di final Java Drag Record Series. Aksi drifting menjadi elemen hiburan yang berdampingan dengan ketatnya persaingan para dragster di lintasan.
Menurut Andreas Mozambi, Direktur Vito Indonesia, sebagai penyelenggara Java Drag Record Series, gelarannya ini mendapat respons kuat dari komunitas balap.
Juga tak lepas dari dukungan sponsor antara lain Bride IDN, Ekitoyama, BPD DIY, Alpino, JRC, 45 Variasi dan sponsor lainnya.
Sebanyak 972 starter tercatat ambil bagian dalam 34 Kelas yang dilombakan pada putaran final yang memperebutkan Piala KPH Purbodiningrat itu.
“Konsep sport entertainment, yang menggabungkan berbagai disiplin olahraga dengan hiburan sehingga dapat mendatangkan penonton dari segala lapisan masyarakat ini yang akan menjadi tantangan kita di tahun 2027 nanti,” tutup Rifat. (Shifter/Nugie)






