Tangerang, Shifter – Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) menyelenggarakan Dialog Otomotif Nasional bertajuk “The Right Fit for Indonesia: Teknologi Elektrifikasi Seperti Apa yang Dibutuhkan Indonesia?”.
Dialog ini diselenggarakan pada Rabu (5/8/2026), dan merupakan bagian dari rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang.
Pentingnya penyelenggaraan dialog otomotif ini tercermin dari perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi meningkat sekitar 68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara pangsa pasarnya meningkat dari 23% menjadi 38%.
“Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia,” ujar Munawar Chalil, Ketua Umum ICMS.
Diskusi panel menghadirkan para pemimpin industri otomotif dari berbagai latar belakang, yakni Philardi Sobari mewakili prinsipal otomotif asal Jepang.
Serta Ricky Christian, Constantinus Herlijoso dan Arie Hermawan yang mewakili prinsipal otomotif asal Tiongkok.
Forum ini juga menghadirkan Joshua Pardede, Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, yang memberikan perspektif mengenai kondisi ekonomi nasional dan pengaruhnya terhadap percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Joshua Pardede, menyampaikan bahwa, sesungguhnya pasar atau masyarakat sudah menemukan right fit-nya. Pemilihan jenis mobil listrik bukan terletak pada teknologi yang dianggap lebih unggul antara BEV, HEV dan PHEV.
Kenaikan serentak ketiga teknologi tersebut menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling. Sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi.
“Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi,” demikian menurut Joshua.
Melalui beragam sudut pandang tersebut, diskusi mengulas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi, keunggulan dan tantangan masing-masing teknologi, kesiapan infrastruktur, serta perilaku konsumen.
Hingga kebijakan yang diperlukan untuk membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang berkelanjutan di Indonesia. (Shifter/Nugie)
