
Shifter- TransTRACK kembali menegaskan perannya sebagai tech enabler di industri otomotif dengan menghadirkan inovasi berbasis digital untuk meningkatkan standar keselamatan motorsport nasional. Dalam ajang Sprint Rally Sumut 2026 yang menjadi putaran pembuka Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026, kolaborasi bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini digelar di Komplek Sport Centre Sumut, Deli Serdang, pada 11–12 April 2026.
Sejak diperkenalkan pertama kali pada Sumatera Utara Rally 2024, TransTRACK terus menyempurnakan Rally Tracking System berbasis teknologi lokal. Sistem ini memungkinkan pemantauan posisi kendaraan secara real-time setiap detik, sekaligus dilengkapi fitur darurat seperti SOS, OK, Fire, hingga Blocked Road yang dapat diakses langsung oleh pembalap dan navigator saat kondisi genting.
Kehadiran teknologi ini menjadi lompatan signifikan dalam meningkatkan efektivitas pengawasan lomba serta mempercepat respons terhadap insiden di lintasan. Tak hanya itu, sistem ini juga berperan dalam menjaga kelancaran operasional selama kompetisi berlangsung.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Sejak pertama kali kami perkenalkan pada 2024, teknologi ini terus kami kembangkan untuk menjawab kompleksitas motorsport saat ini. Fokus kami bukan hanya efisiensi operasional, tetapi memastikan keselamatan seluruh peserta tetap menjadi prioritas utama,”ujarnya.
Dari sisi penyelenggara, Poedio Oetojo yang merupakan pimpinan perlombaan sekaligus praktisi senior reli Indonesia, menyoroti pentingnya evolusi sistem keselamatan.
“Keselamatan selalu menjadi bagian penting dalam olahraga otomotif yang berisiko tinggi. Dulu, monitoring hanya mengandalkan radio point di beberapa titik, sehingga respons terhadap kecelakaan seringkali terlambat. Kini, dengan sistem tracking real-time, setiap pergerakan peserta dapat dipantau secara langsung dan respons bisa dilakukan jauh lebih cepat,”jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Adi Wibowo selaku Chief Steward yang ditunjuk IMI Pusat. Ia menilai teknologi ini membawa motorsport Indonesia selangkah lebih maju.
“Dengan perangkat tracking ini, data seperti posisi, kecepatan, dan waktu dapat dimonitor serta direkam secara akurat. Ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan standar keselamatan, bahkan mendekati sistem yang digunakan di level internasional seperti WRC,”ungkapnya.
Adi juga menambahkan bahwa teknologi ini telah terbukti efektif dalam berbagai uji coba.
“Dalam simulasi maupun ajang seperti APRC, setiap insiden bisa langsung terdeteksi dan ditangani dengan cepat melalui fitur darurat. Ke depan, kami berharap perangkat ini bisa digunakan oleh seluruh peserta dan bahkan diadopsi oleh cabang olahraga lain,”tambahnya.
Dari perspektif peserta, Herkusuma (Heru), co-driver Dewa United Motorsport, menilai kehadiran teknologi ini sangat krusial dalam mendukung performa di lintasan.
“Dalam motorsport, keselamatan adalah yang utama. Teknologi ini membantu kami mendapatkan informasi lebih cepat sehingga bisa mengantisipasi risiko dengan lebih baik. Harapannya, perangkat lokal ini terus dikembangkan mengikuti regulasi FIA dan suatu saat bisa digunakan di level internasional seperti WRC Indonesia,”ujarnya.

Lebih dari sekadar perangkat keselamatan, Rally Tracking System juga mendukung transparansi dan akurasi kompetisi melalui pemantauan rute serta penyediaan data komprehensif untuk analisis performa.
Melalui sinergi berkelanjutan dengan IMI dan para pemangku kepentingan, TransTRACK optimistis inovasi ini dapat menjadi standar baru dalam keselamatan motorsport nasional—sekaligus membuka jalan bagi teknologi lokal untuk bersaing di panggung global. (Shifter/ADP)
