
Shifter- Jakarta, ketika Cayenne Electric resmi diperkenalkan, Porsche tidak sekadar meluncurkan SUV listrik baru—mereka membawa teknologi balap Formula E langsung ke jalan raya. Berbagai inovasi pada Cayenne Electric berasal dari riset intensif di ajang balap listrik tersebut, di mana Porsche saat ini memegang gelar juara dunia di kategori Teams dan Manufacturers. Hasilnya, mobil ini menjadi bukti nyata bahwa mobilitas berkelanjutan Porsche lahir dari pengalaman di lintasan, bukan sekadar konsep di meja desain.
Transfer Teknologi dari Formula E ke Produksi Massal
Pengembangan Cayenne Electric mendapatkan banyak manfaat dari teknologi Porsche 99X Electric, mulai dari sistem pendinginan oli langsung, kapasitas recuperation hingga 600 kW, hingga desain motor listrik yang sangat efisien.
Menurut Dr. Michael Steiner, Formula E berfungsi sebagai laboratorium riset untuk mobil listrik masa depan—dan Cayenne Electric menunjukkan betapa cepatnya teknologi balap itu masuk ke lini produksi Porsche.
Florian Modlinger, Direktur Motorsport Formula E Porsche, menegaskan bahwa efisiensi menjadi kunci kemenangan di ajang balap, sekaligus menjadi fondasi pengembangan Cayenne Electric. Cara kerja tim yang adaptif dan cepat ala motorsport juga mempercepat proses pengembangan mobil ini.
Pendinginan Langsung dan Efisiensi Tinggi
Salah satu teknologi paling signifikan adalah pendinginan oli langsung, yang memungkinkan motor listrik tetap ringkas namun sangat efisien. Cairan pendingin dialirkan langsung melewati stator untuk membuang panas dari sumbernya, menghasilkan efisiensi sekitar 98 persen pada Cayenne Electric—angka yang mendekati performa 99X Electric.
Recuperation Hingga 600 kW
Kemampuan recuperation Cayenne Electric juga menyamai mobil balap Formula E, dengan daya hingga 600 kW tergantung kondisi. Dalam penggunaan harian, sekitar 97 persen pengereman dilakukan sepenuhnya oleh sistem elektrik tanpa bantuan rem mekanis, menghadirkan sensasi berkendara yang halus, efisien, dan tetap aman.
Fast Charging Andal Ala Formula E
Teknologi pengisian cepat juga menjadi hasil langsung dari pengalaman di pit stop Formula E. Cayenne Electric dapat mengisi daya dari 10–80 persen dalam waktu kurang dari 16 menit, dengan daya pengisian DC mencapai 400 kW. Bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun, performa fast charging tetap stabil berkat sistem manajemen suhu yang dikembangkan dari pengalaman balap. Modlinger menjelaskan bahwa tantangan teknis dalam Formula E sangat mirip dengan yang dihadapi mobil listrik jalan raya—mulai dari manajemen energi, pendinginan di suhu ekstrem, hingga pemanfaatan komponen yang efisien. Hal inilah yang membuat transfer teknologi antara lintasan dan jalan raya menjadi sangat relevan bagi Porsche. (Shifter/ADP)


